Birtday
Kemarin adalah hari kelahiranku.
Genap sudah umurku 22 tahun…
Hanya orang tuaku dan nadia saja yang menyampaikan selamat padaku…
Di malam ini setelah ku hadiri acara halal bi halal masyarakat minang jogjakarta…
Di malam ini aku kembali sepi
Ku coba lagi dengarkan lantunan syair lembut dari ”dawai hati”
Ku sadari hatiku gersang…
Aku merasa menemukan ketentraman dalam lantunan syair ini…
Mersi lepas jam 12 malam 24 november 2006
assalamu’alaikum warah matullahi wabakatuhu. Gre sampaikan selamat datang di web ini. Sebuah persembahan sesama hamba Tuhan dalam rangka mencari kebenaran yang hakiki. Sebuah persembahan bagi sesama insan yang mesti berkasih-kasihan.
Sunday, July 15, 2007
Luka
Luka
Hari ini aku telah sampai pada kekalahan diri yang begitu menyakitkan
Benar-benar aku telah hanyut dalam terjangan badai yang melukai dan hancur iman di hati ini.
Telah nyata kemunafikkan dalam diri ini
Tiada tahu lagi harus merubah diri…
Ku sadari perjalanan hidup amat panjang
Pengembaraanku tak berakhir sampai di sini…
Oh dimana dikau yang kucari untuk temani aku dalam pengembaraan ini
Dimanakah kau kini duhai kasih yang bisa berikan arti dan semangat
Di sini aku masih berdiri setia di persimpangan jalan tunggu akan hadirmu…
Hadirlah duhai kasih…diriku serasa tak sanggup lagi berjalan sendiri…
Papahlah aku, rawatlah daku…dekaplah daku…
Berikan kehangatanmu…obati luka-luka hatiku
Relakah kau biarkan aku sendiri dalam kepayahan tiada lagi semangat untuk hidup
Keputus-asaan tiada menentu…
Datanglah duhai kekasih
Ba’da magrib ahad 8 oktober 2006-10-08 mersi
Hari ini aku telah sampai pada kekalahan diri yang begitu menyakitkan
Benar-benar aku telah hanyut dalam terjangan badai yang melukai dan hancur iman di hati ini.
Telah nyata kemunafikkan dalam diri ini
Tiada tahu lagi harus merubah diri…
Ku sadari perjalanan hidup amat panjang
Pengembaraanku tak berakhir sampai di sini…
Oh dimana dikau yang kucari untuk temani aku dalam pengembaraan ini
Dimanakah kau kini duhai kasih yang bisa berikan arti dan semangat
Di sini aku masih berdiri setia di persimpangan jalan tunggu akan hadirmu…
Hadirlah duhai kasih…diriku serasa tak sanggup lagi berjalan sendiri…
Papahlah aku, rawatlah daku…dekaplah daku…
Berikan kehangatanmu…obati luka-luka hatiku
Relakah kau biarkan aku sendiri dalam kepayahan tiada lagi semangat untuk hidup
Keputus-asaan tiada menentu…
Datanglah duhai kekasih
Ba’da magrib ahad 8 oktober 2006-10-08 mersi
Cinta Sejati
Cinta Sejati
Hanya satu saja cinta sejati…
Cinta yang tidak akan tergerus oleh perjalanan zaman…
Rasa yang takkan hilang di makan hari…
Cinta yang tiada akan pudar di hati
Cinta yang mesti diikat mati
Cinta yang selayaknya diperjuangkan oleh diri yang benar-benar rindu
Jangan kau nodai lagi cintamu dengan kehinaan
Jangan biarkan jiwamu gersang, haus tiada terpenuhi…
Hanyalah ini yang pantas untuk kau perjuangkan
Inilah yang patut engkau bela mati-matian
Ya, hanya cinta Ilahi yang mesti kau cari…
Jangan kau biarkan cinta semu itu hadir lagi…
Cukuplah Cinta padaNya saja iringi setiap hembusan hari-harimu…
Mulailah dari detik ini….
Sungguh kau takkan menyesal untuk korbankan diri to meraihnya…
Berjuang
Ba’da isya, mersi jum’at 24 november 2006
Hanya satu saja cinta sejati…
Cinta yang tidak akan tergerus oleh perjalanan zaman…
Rasa yang takkan hilang di makan hari…
Cinta yang tiada akan pudar di hati
Cinta yang mesti diikat mati
Cinta yang selayaknya diperjuangkan oleh diri yang benar-benar rindu
Jangan kau nodai lagi cintamu dengan kehinaan
Jangan biarkan jiwamu gersang, haus tiada terpenuhi…
Hanyalah ini yang pantas untuk kau perjuangkan
Inilah yang patut engkau bela mati-matian
Ya, hanya cinta Ilahi yang mesti kau cari…
Jangan kau biarkan cinta semu itu hadir lagi…
Cukuplah Cinta padaNya saja iringi setiap hembusan hari-harimu…
Mulailah dari detik ini….
Sungguh kau takkan menyesal untuk korbankan diri to meraihnya…
Berjuang
Ba’da isya, mersi jum’at 24 november 2006
Datanglah
Datanglah
Hari ini aku telah sampai pada kekalahan diri yang begitu menyakitkan
Benar-benar aku telah hanyut dalam terjangan badai yang melukai dan hancur iman di hati ini.
Telah nyata kemunafikkan dalam diri ini
Tiada tahu lagi harus merubah diri…
Ku sadari perjalanan hidup amat panjang
Pengembaraanku tak berakhir sampai di sini…
Oh dimana dikau yang kucari untuk temani aku dalam pengembaraan ini
Dimanakah kau kini duhai kasih yang bisa berikan arti dan semangat
Di sini aku masih berdiri setia di persimpangan jalan tunggu akan hadirmu…
Hadirlah duhai kasih…diriku serasa tak sanggup lagi berjalan sendiri…
Papahlah aku, rawatlah daku…dekaplah daku…
Berikan kehangatanmu…obati luka-luka hatiku
Relakah kau biarkan aku sendiri dalam kepayahan tiada lagi semangat untuk hidup
Keputus-asaan tiada menentu…
Datanglah duhai kekasih
Ba’da magrib ahad 8 oktober 2006-10-08 mersi
Hari ini aku telah sampai pada kekalahan diri yang begitu menyakitkan
Benar-benar aku telah hanyut dalam terjangan badai yang melukai dan hancur iman di hati ini.
Telah nyata kemunafikkan dalam diri ini
Tiada tahu lagi harus merubah diri…
Ku sadari perjalanan hidup amat panjang
Pengembaraanku tak berakhir sampai di sini…
Oh dimana dikau yang kucari untuk temani aku dalam pengembaraan ini
Dimanakah kau kini duhai kasih yang bisa berikan arti dan semangat
Di sini aku masih berdiri setia di persimpangan jalan tunggu akan hadirmu…
Hadirlah duhai kasih…diriku serasa tak sanggup lagi berjalan sendiri…
Papahlah aku, rawatlah daku…dekaplah daku…
Berikan kehangatanmu…obati luka-luka hatiku
Relakah kau biarkan aku sendiri dalam kepayahan tiada lagi semangat untuk hidup
Keputus-asaan tiada menentu…
Datanglah duhai kekasih
Ba’da magrib ahad 8 oktober 2006-10-08 mersi
Subscribe to:
Comments (Atom)
Design by Blogger Templates